INDRAMAYU adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Batas-batas wilayahnya adalah sebelah utara yaitu Laut Jawa, sebelah selatan yaitu Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang, sebelah barat adalah Kabupaten Subang dan sebelah timur adalah Laut Jawa.
Indramayu mempunyai beragam kuliner khas Dermayonan yakni khas Indramayu, 10 diantaranya adalah:
1. Sega Lengko
Sega Lengko atau Nasi Lengko merupakan makanan khas Indramayu yang biasa dijumpai di warung pinggir jalan atau disetiap desa di pagi hari sampai malam hari. Harganya berkisar antara Rp 3,000,- sampai dengan Rp 10,000,- Murah, sederhana dan lezat. Nasi lengko merupakan nasi putih dengan topping potongan tempe goreng, tahu goreng, mentimun segar yang dicacah, tauge rebus setengah matang, daun kucai yang dipotong kecil-kecil, bawang goreng, bumbu kacang dan kecap manis. Biasanya disajikan dengan kerupuk goreng. Jika kalian suka pedas, bisa ditambahkan dengan sambal terasi. Terasi adalah salah satu bumbu masak yang dibuat dari ikan atau udang rebon yang difermentasikan dan memiliki bau yang khas.
2. Sega Kuning
Salah satu menu sarapan yang sering dikonsumsi masyarakat Indramayu, baik desa maupun di kota yaitu Sega Kuning. Sega kuning atau juga disebut nasi kuning merupakan salah satu warisan kuliner Indonesia yang khas dan berbeda dengan nasi biasanya. Sesuai dengan namanya, nasi yang berwarna kuning dengan menggunakan pewarna makanan alami yakni kunyit. Berbeda dengan nasi biasanya, Nasi Kuning memiliki rasa yang gurih serta aroma yang harum. Nasi kuning melambangkan emas yakni simbol keberuntungan, kemakmuran, dan kekayaan. Cara penyajian nasi kuning bisa dilengkapi dengan tambahan tempe goreng, irisan telur dadar, perkedel, sambal goreng, urap dan kerupuk goreng. Nasi kuning di daerah Indramayu memiliki ciri khas yaitu dengan tambahan kuah santan cabai hijau. Harga sangat terjangkau, mulai dari harga Rp 3,000,-
3. Gombyang Iwak Manyung
Jika kalian punya rencana berlibur ke Indramayu, belum lengkap rasanya kalau tidak mencoba masakan khas Indramayu yang satu ini yaitu Gombyang Iwak Manyung. Pengertian Gombyang Iwak Manyung dalam Bahasa Indonesia adalah Pindang Ikan Manyung atau disebut juga Pindang Ikan Jambal Roti. Salah satu jenis ikan yang biasa diolah dengan cara pemindangan adalah ikan laut Jambal Roti. Bagian ikan yang dipakai cuma kepalanya saja.
Rasa dari gombyang iwak manyung sangat kaya akan rempah-rempah khas Indonesia seperti kunyit, jahe, lengkuas, kemiri, bawang merah, bawang putih, dan diberi tambahan belimbing wuluh menjadikan cita rasanya yang segar.
Manfaat makan ikan yang pertama adalah menambah gizi, kaya akan protein hewani, baik bagi organ kardiovaskular seperti jantung dan juga terdapat asam lemak omega 3 yang bermannfaat untuk mendukung fungsi dan perkembangan otak.
Bagi yang penasaran dengan rasa Gombyang Iwak Manyung bisa datang ke kedai atau restoran sepanjang tepi pesisir pantai di Indramayu. Sambil menikmati pemandangan laut yang indah dan menikmati udara yang segar, kalian bisa makan kenyang dan nikmat hanya dengan uang Rp 15,000,- sampai dengan Rp 25,000,-.
4. Pindang Ayem
Selain Gombyang Iwak Manyung, ada satu lagi makanan olahan hasil laut khas Indramayu yaitu Pindang Ayem. Pengertian kata pindang pada masakan ini merupakan hasil olahan salah satu ikan laut yaitu ikan pindang yang mengalami proses perebusan dan pemberian garam. Proses masaknya cukup mudah untuk mendapatkan cita rasa pindang yang sedap, mantap dan segar. Pasti bikin ketagihan. Pindang ayem ini sangat banyak digemari masyarakat Indramayu dan mudah ditemukan di pasar dan juga di warung makan. Harga satu porsi pindang ayem yaitu berkisar Rp 10,000,- saja, sudah termasuk nasi dan es teh manis.
Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Ibu Susi Pudjiastuti menganjurkan agar mengkonsumsi ikan selain untuk membantu para nelayan, juga karena ikan memang tinggi protein. Jika kita ingin membangun bangsa, kita juga harus membangun manusianya. Caranya adalah dengan memberikan kualitas gizi yang baik, yaitu dengan memakan ikan. Sehingga sumber daya manusia Indonesia dapat bersaing di era globalisasi. Kalau kalian tidak mau ditenggelamkan Ibu Susi, ayo kita makan ikan.
5. Serabi
Indramayu memiliki jajanan pasar tradisional yang melimpah ruah. Para pedagang berasal dari luar kota dan dalam kota Indramayu mulai menjual barang dagangannya di pinggir jalan sepanjang trotoar, yaitu pada pagi dini hari, pukul 5 pagi sampai 10 pagi dan malam hari dari jam 6 sore sampai jam 10 malam. Kue-kue ditata rapi di dalam gerobak dan beratapkan terpal.
Salah satu jajanan tradisional adalah Serabi. Ada dua jenis serabi, yaitu serabi manis dan serabi asin. Berbeda dengan serabi Bandung yang mana rasa manis dihidangkan dengan siraman kinca gula merah cair dan serabi asin dengan atau tanpa taburan oncom yang telah dibumbui di atasnya, tetapi beda halnya dengan serabi di Indramayu. Rasa manis Serabi Indramayu, langsung pada adonan serabinya. Serabi manis biasanya berwarna merah dan serabi asin berwarna putih. Serabi dimasak menggunakan tungku sehingga menghasilkan rasa yang khas. Bahan dasar adonan serabi adalah tepung dan santan kelapa. Teksturnya lembut, rasanya gurih dan lebih nikmat lagi jika serabi dihidangkan pada pagi hari atau malam hari dengan secangkir kopi panas atau teh panas. Harganya cuma Rp 2,000,- saja.
6. Cikak
Selain serabi, terdapat makanan tradisional khas Indramayu yang memiliki bentuk unik dengan rasa yang nikmat yaitu Kue Cikak. Kue cikak identik dengan warna merah, berisikan kacang hijau yang dicampur dengan merica dan beralaskan daun pisang. Bahan dasar pembuatan kue cikak ini adalah tepung ketan, ubi kukus, dan gula tepung. Makanan ini memiliki dua tahapan yang berbeda pada saat pembuatannya, yaitu tahap pembuatan kulit kue dan tahap pembuatan isi. Jangan ditanyakan lagi rasa kue cikak ini. Begitu nikmat, gurih, dan teras hangat dibadan. Harga satu kue cikak sangat terjangkau yaitu Rp 1,500,-
7. Nagasari
Masih mau yang enak dan manis? Coba aja dulu kue Nagasari. Kue ini termasuk dalam kategori kue basah. Bahan utama pembuatan kue ini adalah tepung beras, santan dan pisang. Masyarakat Indramayu sering membuat kue nagasari untuk acara nikahan, sunatan dan acara keagamaan. Kalian juga bisa menemukan kue ini di pasar pada setiap pagi. Hanya dengan uang Rp 1,500,- kalian sudah bisa mendapatkan kue nagasari ini. Sangat terjangkau bukan.
8. Kerupuk Sambal
Kerupuk melarat adalah nama kerupuk khas yang banyak dijual di jalur Pantura. Ada hal yang unik dalam penggorengannya, bukan pakai minyak, tapi pakai pasir. Kenapa dinamakan kerupuk melarat? Arti kata melarat dalam bahasa Indonesia adalah miskin. Hal ini disebabkan kerupuk ini identik dengan masyarakat miskin dan cara penggorengannya hanya dengan pasir bukan minyak goreng. Kerupuk melarat biasanya dipadukan dengan sambal terasi atau sambal asam. Pedagang kerupuk sambal biasanya mengitari desa ke desa untuk menjual dagangannya dengan cara dibakul. Ada juga yang berjualan di warung warung kecil setiap desa. Harganya berkisar Rp 2,000 – sampai dengan Rp 5,000,-. Rasanya gurih dan lezat. Kalian harus coba.
9. Lotek
Lotek merupakan makanan berupa rebusan sayuran segar yang disiram berupa sambal bumbu kacang. Lotek hampir mirip dengan Gado-Gado. Bedanya hanya lotek terasa lebih manis daripada Gado-gado. Makanan ini banyak ditemukan di setiap desa Indramayu. Aroma dan rasanya menambah nafsu makan. Rasa bumbunya identik dengan aroma terasi, gula merah dan bawang putih. Kalian bisa menambahkan tempe goreng, tahu goreng, lontong atau nasi putih, dan kerupuk goreng. Harga 1 porsi lotek berkisar Rp 5,000,- sampai dengan Rp 15,000,-
10. Rujak
Sebagai kota yang dijuluki sebagai kota mangga, Indramayu memiliki produksi buah mangga yang sangat melimpah. Masyarakat Indramayu mengolah buah mangga menjadi makanan tradisional, salah satunya yaitu Rujak. Rujak ini memiliki ciri khas dengan dibubuhi bumbu sambal kacang terasi atau kuah. Harga satu bungkus rujak ini, Rp 3,000 sampai dengan Rp 15,000,-
Indramayu mempunyai beragam kuliner khas Dermayonan yakni khas Indramayu, 10 diantaranya adalah:
1. Sega Lengko
Sega Lengko atau Nasi Lengko merupakan makanan khas Indramayu yang biasa dijumpai di warung pinggir jalan atau disetiap desa di pagi hari sampai malam hari. Harganya berkisar antara Rp 3,000,- sampai dengan Rp 10,000,- Murah, sederhana dan lezat. Nasi lengko merupakan nasi putih dengan topping potongan tempe goreng, tahu goreng, mentimun segar yang dicacah, tauge rebus setengah matang, daun kucai yang dipotong kecil-kecil, bawang goreng, bumbu kacang dan kecap manis. Biasanya disajikan dengan kerupuk goreng. Jika kalian suka pedas, bisa ditambahkan dengan sambal terasi. Terasi adalah salah satu bumbu masak yang dibuat dari ikan atau udang rebon yang difermentasikan dan memiliki bau yang khas.
2. Sega Kuning
Salah satu menu sarapan yang sering dikonsumsi masyarakat Indramayu, baik desa maupun di kota yaitu Sega Kuning. Sega kuning atau juga disebut nasi kuning merupakan salah satu warisan kuliner Indonesia yang khas dan berbeda dengan nasi biasanya. Sesuai dengan namanya, nasi yang berwarna kuning dengan menggunakan pewarna makanan alami yakni kunyit. Berbeda dengan nasi biasanya, Nasi Kuning memiliki rasa yang gurih serta aroma yang harum. Nasi kuning melambangkan emas yakni simbol keberuntungan, kemakmuran, dan kekayaan. Cara penyajian nasi kuning bisa dilengkapi dengan tambahan tempe goreng, irisan telur dadar, perkedel, sambal goreng, urap dan kerupuk goreng. Nasi kuning di daerah Indramayu memiliki ciri khas yaitu dengan tambahan kuah santan cabai hijau. Harga sangat terjangkau, mulai dari harga Rp 3,000,-
3. Gombyang Iwak Manyung
Jika kalian punya rencana berlibur ke Indramayu, belum lengkap rasanya kalau tidak mencoba masakan khas Indramayu yang satu ini yaitu Gombyang Iwak Manyung. Pengertian Gombyang Iwak Manyung dalam Bahasa Indonesia adalah Pindang Ikan Manyung atau disebut juga Pindang Ikan Jambal Roti. Salah satu jenis ikan yang biasa diolah dengan cara pemindangan adalah ikan laut Jambal Roti. Bagian ikan yang dipakai cuma kepalanya saja.
Rasa dari gombyang iwak manyung sangat kaya akan rempah-rempah khas Indonesia seperti kunyit, jahe, lengkuas, kemiri, bawang merah, bawang putih, dan diberi tambahan belimbing wuluh menjadikan cita rasanya yang segar.
Manfaat makan ikan yang pertama adalah menambah gizi, kaya akan protein hewani, baik bagi organ kardiovaskular seperti jantung dan juga terdapat asam lemak omega 3 yang bermannfaat untuk mendukung fungsi dan perkembangan otak.
Bagi yang penasaran dengan rasa Gombyang Iwak Manyung bisa datang ke kedai atau restoran sepanjang tepi pesisir pantai di Indramayu. Sambil menikmati pemandangan laut yang indah dan menikmati udara yang segar, kalian bisa makan kenyang dan nikmat hanya dengan uang Rp 15,000,- sampai dengan Rp 25,000,-.
4. Pindang Ayem
Selain Gombyang Iwak Manyung, ada satu lagi makanan olahan hasil laut khas Indramayu yaitu Pindang Ayem. Pengertian kata pindang pada masakan ini merupakan hasil olahan salah satu ikan laut yaitu ikan pindang yang mengalami proses perebusan dan pemberian garam. Proses masaknya cukup mudah untuk mendapatkan cita rasa pindang yang sedap, mantap dan segar. Pasti bikin ketagihan. Pindang ayem ini sangat banyak digemari masyarakat Indramayu dan mudah ditemukan di pasar dan juga di warung makan. Harga satu porsi pindang ayem yaitu berkisar Rp 10,000,- saja, sudah termasuk nasi dan es teh manis.
Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Ibu Susi Pudjiastuti menganjurkan agar mengkonsumsi ikan selain untuk membantu para nelayan, juga karena ikan memang tinggi protein. Jika kita ingin membangun bangsa, kita juga harus membangun manusianya. Caranya adalah dengan memberikan kualitas gizi yang baik, yaitu dengan memakan ikan. Sehingga sumber daya manusia Indonesia dapat bersaing di era globalisasi. Kalau kalian tidak mau ditenggelamkan Ibu Susi, ayo kita makan ikan.
5. Serabi
Indramayu memiliki jajanan pasar tradisional yang melimpah ruah. Para pedagang berasal dari luar kota dan dalam kota Indramayu mulai menjual barang dagangannya di pinggir jalan sepanjang trotoar, yaitu pada pagi dini hari, pukul 5 pagi sampai 10 pagi dan malam hari dari jam 6 sore sampai jam 10 malam. Kue-kue ditata rapi di dalam gerobak dan beratapkan terpal.
Salah satu jajanan tradisional adalah Serabi. Ada dua jenis serabi, yaitu serabi manis dan serabi asin. Berbeda dengan serabi Bandung yang mana rasa manis dihidangkan dengan siraman kinca gula merah cair dan serabi asin dengan atau tanpa taburan oncom yang telah dibumbui di atasnya, tetapi beda halnya dengan serabi di Indramayu. Rasa manis Serabi Indramayu, langsung pada adonan serabinya. Serabi manis biasanya berwarna merah dan serabi asin berwarna putih. Serabi dimasak menggunakan tungku sehingga menghasilkan rasa yang khas. Bahan dasar adonan serabi adalah tepung dan santan kelapa. Teksturnya lembut, rasanya gurih dan lebih nikmat lagi jika serabi dihidangkan pada pagi hari atau malam hari dengan secangkir kopi panas atau teh panas. Harganya cuma Rp 2,000,- saja.
6. Cikak
Selain serabi, terdapat makanan tradisional khas Indramayu yang memiliki bentuk unik dengan rasa yang nikmat yaitu Kue Cikak. Kue cikak identik dengan warna merah, berisikan kacang hijau yang dicampur dengan merica dan beralaskan daun pisang. Bahan dasar pembuatan kue cikak ini adalah tepung ketan, ubi kukus, dan gula tepung. Makanan ini memiliki dua tahapan yang berbeda pada saat pembuatannya, yaitu tahap pembuatan kulit kue dan tahap pembuatan isi. Jangan ditanyakan lagi rasa kue cikak ini. Begitu nikmat, gurih, dan teras hangat dibadan. Harga satu kue cikak sangat terjangkau yaitu Rp 1,500,-
7. Nagasari
Masih mau yang enak dan manis? Coba aja dulu kue Nagasari. Kue ini termasuk dalam kategori kue basah. Bahan utama pembuatan kue ini adalah tepung beras, santan dan pisang. Masyarakat Indramayu sering membuat kue nagasari untuk acara nikahan, sunatan dan acara keagamaan. Kalian juga bisa menemukan kue ini di pasar pada setiap pagi. Hanya dengan uang Rp 1,500,- kalian sudah bisa mendapatkan kue nagasari ini. Sangat terjangkau bukan.
8. Kerupuk Sambal
Kerupuk melarat adalah nama kerupuk khas yang banyak dijual di jalur Pantura. Ada hal yang unik dalam penggorengannya, bukan pakai minyak, tapi pakai pasir. Kenapa dinamakan kerupuk melarat? Arti kata melarat dalam bahasa Indonesia adalah miskin. Hal ini disebabkan kerupuk ini identik dengan masyarakat miskin dan cara penggorengannya hanya dengan pasir bukan minyak goreng. Kerupuk melarat biasanya dipadukan dengan sambal terasi atau sambal asam. Pedagang kerupuk sambal biasanya mengitari desa ke desa untuk menjual dagangannya dengan cara dibakul. Ada juga yang berjualan di warung warung kecil setiap desa. Harganya berkisar Rp 2,000 – sampai dengan Rp 5,000,-. Rasanya gurih dan lezat. Kalian harus coba.
9. Lotek
Lotek merupakan makanan berupa rebusan sayuran segar yang disiram berupa sambal bumbu kacang. Lotek hampir mirip dengan Gado-Gado. Bedanya hanya lotek terasa lebih manis daripada Gado-gado. Makanan ini banyak ditemukan di setiap desa Indramayu. Aroma dan rasanya menambah nafsu makan. Rasa bumbunya identik dengan aroma terasi, gula merah dan bawang putih. Kalian bisa menambahkan tempe goreng, tahu goreng, lontong atau nasi putih, dan kerupuk goreng. Harga 1 porsi lotek berkisar Rp 5,000,- sampai dengan Rp 15,000,-
10. Rujak
Sebagai kota yang dijuluki sebagai kota mangga, Indramayu memiliki produksi buah mangga yang sangat melimpah. Masyarakat Indramayu mengolah buah mangga menjadi makanan tradisional, salah satunya yaitu Rujak. Rujak ini memiliki ciri khas dengan dibubuhi bumbu sambal kacang terasi atau kuah. Harga satu bungkus rujak ini, Rp 3,000 sampai dengan Rp 15,000,-










Comments
Post a Comment